|
|||||||||
Rabu, 21 November 2012
Sajak Bulan Purnama
Selasa, 06 November 2012
D. Zawawi imron
Dengan membaca
karya beliau mari kita belajar cara menulis puisi yang bagus. Selamat belajar.
Puisi-puisi D Zawawi Imron
SAJAK GAMANG
dibiarkannya orang-orang
merangkak
selarat kerbau menarik
bajak
dibiarkannya cacing
yang tak punya kuasa
kalau anak-anak
menyanyi tentang daun-daun hijau
bagus, karena bapaknya
parau bagai harimau
musik dan gamelan
kadang bikin gamang
sungai dan hutan
jangan diurus kancil atau siamang
DOA I
bila kau tampakkan
secercah cahaya di senyap malam
rusuh dan gemuruh
mengharu biru seluruh tubuh
membangkitkan
gelombang lautan rindu
menggebu menyala
dan lagu-Mu yang
gemuruh
menyangkarku dalam
garden-Mu
biarkan aku menari
dalam lagu-Mu
gila lestari melimbang
badan
ah, hatiku tertindas
gatal dan pedih
meski nikmat semakin
erat memelukku
aku meronta dalam
kutuk-Mu
duhai, naung kasih-Mu
melambai tangan
sekali lagi kau kilatkan
cahaya di tengah malam
aku silau, hanya
tangan yang menggerapai
golang golek tubuhku
dalam yakin
ah, kegilaan begitu
mesra
tangis bahagia yang
bersimbah di raut jiwa
menggermang nyala
bulu-bulu seluruh tubuh
terbisik di hati puji
syukur memanjat rindu
1965
(diambil
dari buku : CINTA
LADANG SAJADAH, karya D ZAWAWI IMRON, penerbit
Gita Nagari, cetakan I, tahun 2003)
Jumat, 02 November 2012
Ruh-ruhku Yang Hilang
- Puisi
# " Ruh " ku yang hilang #
Katanya....
Ketika ruh dicbut dari jasad
Ibarat pisau tajam yang menusuk daging,
Ibarat api membara yang membakar sekujur badan.
Ketika ruh dicabut...
jeritan tangisan akan di dengar
Karena semuanya akan merasa kehilangan.
Disini....
Saat ini...
Aku merasakan semuanya
Karena Aku kehilangan ruh
Yang membuatku tidak bisa bergerak
Yang membuatku terkujur kaku
Yang membuatku darah tidak lagi mengalir
Yang membuat detak nadiku terhenti
Dan....
yang membuat langkahku terhenti disini
Ya.....
Karena " RUH " itu
Adalah KAMU
Ruh kehidupanku....
yang sudah pergi
Tanpa aku tau kapan akan kembali lagi
( HM Abada ) PRESMA
Rabu, 31 Oktober 2012
menangis
CRY
Tuhan...
Kenapa harus aku?
Ada apa dengan yang lain?
Hah..
Inilah aku!
Mengeluh adalah rutinitasku
Aku benci itu semua
Tapi bagaimana?
Tangisku belum terdengar para makhluk penghuni langit
ketujuh
Samapai detik ini
Aku masih terkapar di dunia halusinasi
Yang katanya akan kuangkat
ke dunia nyata
Tunjukkan
Aku jalan
Menangis
Lagi-lagi menangis
Bodoh!
Kenapa harus menangis?
Saat ini jalan yang kau butuhkan
Bukan air mata yang telah hampir kering itu
Meski kau tau
Umurmu sudah sempit
Kau harus tetap bangkit
Tersenyumlah!
Lihat di bawah sana!
Agar kau tau bagaimana hidup
Oleh: double U
Langganan:
Postingan (Atom)
